|
Written by Adhi Rachdian
|
|
Saturday, 10 November 2007 |
[Sekedar oleh2 untuk rekan2 alumni...]
Kalau gak salah, Mendiknas Bambang Sudibyo akan menyiapkan 50 PT menjadi world class university.
Saat ini, hanya ada tiga PT yang sedang proses mendapatkan akreditasi internasional (UI, ITB dan UGM).
Sementara itu tadi pagi, sangat menarik, apa yang disampaikan Prof, DR, Dr Himendra SPAn, KIC pada acara Dies Natalis 50 tahun FK Unpad dan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) / Scientific Program Annual Scientific Meeting tentang "Towards a World Class University".
Write Comment (0 Comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Adhi Rachdian
|
|
Sunday, 07 October 2007 |
Surat untuk para sahabat Keyword: Ikhlas, pengelap kaca, drag race, alumni, ITB, pemilu, kampanye
Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt, sehat, karunia dan keberkahan senantiasa diberikan Allah swt pada kita.
Tak terasa hari ini adalah hari puasa ramadhan hari ke-25 kita sebagai umat mulsim menjalankan ibadah shaum. Disaat yang bersamaan dengan bulan yang suci ini juga, rekan2 alumni ITB sedang giat2nya melakukan kampanye pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB untuk periode 2007 - 2011. Bagi saya tidak begitu penting profil dibalik calon ketua IA ITB tersebut, apakah itu presdir, CEO perusahaan gajah ataupun seorang menteri.
Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Sunday, 07 October 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Adhi Rachdian
|
|
Friday, 21 September 2007 |
Sebagai orang awam, tentu saja banyak dari kita yang merasa tabu dan takut untuk membicarakan maut atau kematian. Padahal kematian itu sendiri sangat dekat dan sesuatu yang sangat pasti. Pembahasan tentang kematian selalu membuat kita bergidik dan trenyuh. Suatu dimensi yang tidak terjangkau dan diluar kemampuan manusia untuk dapat mencernanya.
Write Comment (0 Comments) |
|
Last Updated ( Sunday, 23 September 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by Rachmat, Majalengka
|
|
Tuesday, 21 August 2007 |
Tindakan anarki para suporter di Liga Indonesia, sudah tidak bisa lagi ditolelir. Jika dibiarkan, tidak dicari solusi, maka ini bisa menjadi virus mematikan, yang menular tidak saja horisontal ke sesama klub, tetapi vertikal lintas divisi. Harus ada satu tindakan tegas dan jelas untuk membunuh virus yang bisa mematikan semangat olahraga di Indonesia.
Mengubah paradigma suporter dengan mengadakan jambore nasional antar suporter, hanyalah wacana utopia, jambore semacam ini tidak lebih sebagai ajang hura hura para elite suporter. Faktanya, dua kali jambore di Puncak dan Bali, tidak ada perubahan yang signifikan terhadap perilaku para suporter. Mereka kini melihat pemain lawan sebagai musih yang harus diciderai. Kasus teranyar, aksi anarki suporter dalam laga Persib - Persija di Jakarta, sudah tidak bisa lagi dimaafkan.Write Comment (0 Comments) |
|
Read more...
|
|
|
Written by Adhi Rachdian
|
|
Friday, 20 April 2007 |
Hujatan, umpatan, makian, cemoohan dan penghinaan terhadap rekan2 IPDN terjadi di berbagai media. Entahlah apakah hal tersebut juga terjadi pada kehidupan rekan2 IPDN secara langsung? Mereka merasa disepelekan, dihina dan dipojokkan. Mereka berhak untuk membela diri. Yang terbukti bersalah saja tidak berhak untuk dicaci maki dan dihina. Biarkan hukum yang berbicara. Ketidak percayaan kita terhadap hukum bukan serta merta membuat kita "merasa" berhak untuk mencaci dan menghina rekan2 ipdn.
Write Comment (2 Comments) |
|
Last Updated ( Friday, 20 April 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 9 of 18 |