Warning: fopen(/home/rachdian/public_html/2008/old/cache/rss20.xml) [function.fopen]: failed to open stream: No such file or directory in /home/rachdian/public_html/2008/old/includes/feedcreator.class.php on line 685

Error creating feed file, please check write permissions.
Saturday, September 04 2010
Home
Photos Gallery
Guest Book
Links
Hot Info
Index
Latest Info
Jobs Info
IT/IS - Security
Education
Photo Stories (Photoblog)
Travelling Stories
About Me & Site
For Geek Family Only
About Me...
Diary
Contact Me
The Page Rank
Articles
Index
About Live
IT/IS - CMS
IT/IS - GIS
IT/IS - Security
Politics
Tips & Tricks
EII 2006 Journal
IT Governance
e-Government
Download
Indeks
APRICOT 2007
E-Books
EII 2006 Journal
Prayer Time
Tools
Search Keyword
Check Domain!
Appreciate to this site?
Add to Technorati Favorites
Subscribe with Bloglines
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia   Indonesia To Blog -Top Site
   PageRank Checker
Home arrow IT Governance
IT Governance
PENTINGNYA REVITALISASI E-GOVERNMENT DI INDONESIA Print
User Rating: / 2
Written by Eddy Satriya   
Wednesday, 28 June 2006
ABSTRAK
Pelaksanaan e-Government (egov) mengalami kamajuan. Namun kemajuan yang dicapai masih pada tingkat dasar tahapan pelaksanaan egov yang baru meliputi peningkatan kemampuan organisasi pemerintahan dan publik dalam mengakses informasi. Dengan kata lain belum terjadi komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, apalagi pertukaran “value” secara maksimal yang menjadi ciri transaksi egov melalui portal informatif.

Penyebab utama kelambanan pengembangan egov di Indonesia adalah: masih rendahnya “awareness” sebagian besar pengambil keputusan akan potensi telematika, khususnya egov dalam mempercepat proses reformasi; ketiadaan prioritas aplikasi yang dapat mempercepat pemulihan ekonomi; kurangnya konsistensi dan determinasi pelaksana serta belum dilibatkannya secara maksimal instansi terkait; dan struktur tarif Internet yang masih belum mendukung.

Karena itu revitalisasi penerapan egov di Indonesia menjadi sangat penting. Hal ini dapat dilakukan melalui evaluasi program egov berjalan, menggencarkan sosialisasi dan konsistensi pelaksanaan egov di seluruh pelosok negeri, meningkatkan kinerja organisasi pelaksana dan alokasi RAPBN, serta mencari terobosan sistem pentarifan Internet yang memanfaatkan kompetisi dan asas pelayanan universal (USO). Minimnya infrastruktur tidak selayaknya dijadikan kambing hitam karena tantangan utama saat ini adalah pemanfaatan fasilitas yang sudah ada.Write Comment (0 Comments)
Last Updated ( Wednesday, 28 June 2006 )
Read more...
FRAMEWORK STRATEGI IMPLEMENTASI E-GOVERNMENT Print
User Rating: / 1
Written by I Made Ari Jaya Negara, Suhono Harso Supangkat   
Wednesday, 28 June 2006
ABSTRAK
Paper ini ditujukkan untuk mengajukan sebuah metode pendekatan baru dalam strategi implementasi e-Government. Organisasi khususnya pemerintahan di Indonesia masih menghadapi masalah berhubungan dengan masih rendahnya pemahaman tentang proses implementasi dan pengelolaam sistem terintegrasi/e-Government. Dimana hanya dengan menginstall aplikasi serta mengoperasikannya sudah dianggap cukup. Padahal diluar itu, masih ada proses lain yang perlu dilakukan untuk memaksimalkan manfaat dari sistem bersangkutan.

Penelitian ini didasari oleh berbagai penelitian berhubungan dengan e-Governmeent, integrasi dalam pengambilan keputusan dan mekanisme kontrol di negara berkembang. Pada tulisan ini diajukan pendekatan high level berhubungan dengan lifecycle e-Government dengan menyertakan proses change management, partnership dan pengukuran kinerja sebagai mekanisme pendukung implementasi e-Government.Write Comment (2 Comments)
Last Updated ( Wednesday, 28 June 2006 )
Read more...
PENGALAMAN PENGEMBANGAN DIGITAL GOVERNMENT SERVICES DI PEMERINTAH PROPINSI DIY Print
User Rating: / 0
Written by Dr. Ir. Achmad Djunaedi, MUP   
Monday, 26 June 2006
ABSTRAK

Sejak awal tahun 2000an Pemerintah DIY telah melakukan reformasi di berbagai bidang, antara lain: struktur organisasi, pengembangan SDM, budaya kerja, penganggaran dan keuangan, pengawasan kinerja, dan pemanfaatan teknologi informasi. Dalam hal pemanfaatan teknologi informasi, dikembangkan dukungan TI dalam operasional pemerintahan (”inward”), antara lain dalam bentuk berbagai sistem informasi, situs web, dan jaringan intranet. Mulai tahun 2005, pemanfaatan teknologi informasi dikembangkan ke luar lingkungan pemerintah daerah (“outward”), disebut sebagai Digital Government Services (DGS), yang merupakan bagian upaya akselerasi pembangunan wilayah didorong oleh teknologi informasi menuju DIY sebagai Cyber Province.Write Comment (0 Comments)
Last Updated ( Wednesday, 28 June 2006 )
Read more...
MERANCANG IT GOVERNANCE DENGAN COBIT & SARBANES-OXLEY DALAM KONTEKS BUDAYA INDONESIA Print
User Rating: / 13
Written by Josua Tarigan   
Monday, 26 June 2006
ABSTRAK

Skandal keuangan yang terjadi dalam Enron, Worldcom, Xerox yang melibatkan beberapa KAP yang termasuk dalam “the big five” mendapatkan respon dari Kongres Amerika Serikat, salah satunya dengan diterbitkannya undang-undang (Sarbanex-Oxley Act) yang diprakarsai oleh senator Paul Sarbanes (Maryland) dan wakil rakyat Michael Oxley (Ohio) yang telah ditandatangani oleh presiden George W. Bush. Dalam Sarbanex-Oxley Act diatur tentang Akuntansi, pengungkapan dan pembaharuan tatakelola, yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang lebih banyak mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, kode etik bagi pejabat di bidang keuangan, pembatasan kompensasi ekskutif dan pembentukan komite audit yang independen. Dalam tatakelola yang baik, peranan IT Governance (tatakelola TI) merupakan hal yang sangat penting, dalam konteks organisasi bisnis yang berkembang, kebutuhan akan TI bukan merupakan barang yang langka, dalam konteks ini tatakelola yang baik membutuhkan IT Governance yang baik. COBIT (control objective for information and related technology) dapat digunakan sebagai tools yang digunakan untuk mengefektifkan implementasi Sarbanes-Oxley Act. COBIT terdiri dari 4 domain, yakni planning-organization (PO), acquisition-implementation (AI), Delivery-support (DS) dan Monitoring (M). COBIT & Sarbanex-Oxley merupakan tools yang telah banyak diterapkan dalam konteks dunia eropa dan negara lain diluar asia. Dalam konteks Asia, khususnya Indonesia banyak faktor yang perlu diperhatikan, khususnya faktor psikologis masyarakat yang ada, yakni faktor budaya. Faktor budaya merupakan hal yang signifikan perlu dipertimbangkan dalam merancang IT governance, dimana hal ini mempengaruhi keberhasilan dalam mengimplementasikan konsep IT Governance yang ada.

Write Comment (27 Comments)
Last Updated ( Tuesday, 27 June 2006 )
Read more...
DATABASE KEPENDUDUKAN NASIONAL SEBAGAI PRASYARAT UNTUK PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE Print
User Rating: / 1
Written by Herald Setiadi, Puti Indah Genia, Zainal A. Hasibuan   
Monday, 26 June 2006
ABSTRAK


Saat ini di Indonesia paling sedikit ada 32 instansi yang mengeluarkan nomor identitas dan merekam data kependudukan. Masing-masing nomor berbeda, tergantung kepentingan instansi yang mengeluarkan. Sistem informasi yang dibangun oleh masing-masing instansi tidak terkait satu sama lainnya. Replikasi dan redundansi data dan informasi kependudukan tidak terhindarkan, sehingga terjadi inefisiensi penggunaan sumberdaya. Berbagai usaha telah dilakukan, antara lain memperkenalkan konsep Single Identity Number (SIN). SIN merupakan suatu nomor unik yang seyogianya diintegrasikan dalam satu kartu identitas seorang warga. SIN dan kartu identitas akan membentuk database kependudukan nasional yang dapat menjadi referensi satu-satunya untuk berbagai aplikasi pelayanan publik. Pengalaman berbagai negara lain dalam menerapkan SIN dan membangun database kependudukan nasional-nya, dijadikan sebagai referensi. Disimpulkan bahwa faktor-faktor teknis, ekonomis, dan organisatoris adalah beberapa diantaranya yang merupakan faktor penentu keberhasilan terbentuknya database kependudukan nasional. SIN yang digabung dengan identitas kependudukan merupakan pendekatan terbaik sebagai “kode pemersatu” yang dapat dijadikan referensi bagi berbagai sistem informasi yang dimiliki berbagai instansi pemerintah tanpa merubah bentuk dasar database instansi tersebut.

Write Comment (0 Comments)
Last Updated ( Tuesday, 27 June 2006 )
Read more...
© Copyright 2005, Adhi Rachdian.
URL: http://adhi.rachdian.com, http://rachdian.com, http://adhi.pacific.net.id, http://rachdian.pacific.net.id or http://blog.rachdian.com