Warning: fopen(/home/rachdian/public_html/2008/old/cache/rss20.xml) [function.fopen]: failed to open stream: No such file or directory in /home/rachdian/public_html/2008/old/includes/feedcreator.class.php on line 685

Error creating feed file, please check write permissions.
Saturday, September 04 2010
Home
Photos Gallery
Guest Book
Links
Hot Info
Index
Latest Info
Jobs Info
IT/IS - Security
Education
Photo Stories (Photoblog)
Travelling Stories
About Me & Site
For Geek Family Only
About Me...
Diary
Contact Me
The Page Rank
Articles
Index
About Live
IT/IS - CMS
IT/IS - GIS
IT/IS - Security
Politics
Tips & Tricks
Home arrow Politics
Politics
Kita Belum Merdeka! Print
User Rating: / 2
Written by Adhi Rachdian   
Sunday, 19 August 2007
Setelah dijajah Belanda selama 350 tahun dan kemudian Jepang juga menjajah kita secara fisik. Kita merasa, sudah 62 tahun lalu tepatnya 17 Agustus 1945, negeri ini merdeka dari penjajahan fisik. Patut bersyukur kita mendapatkan anugerah kemerdekaan ini.

Akan tetapi, sangat disayangkan jika kemerdekaan seolah dipahami bangsa ini semata-mata sebagai keterbebasan negeri ini dari penjajahan secara fisik. Penjajahan non-fisik seperti pemikiran, politik, ekonomi, sistem sosial dan budaya. Penjajahan fisik memakan korban jiwa secara langsung dan terkesan tragis dan dramatis. Sedangkan penjajahan non-fisik karena tidak secara tidak langsung memakan korban jiwa, kesannya tidak tragis dan sedramatis penjajahan fisik.

Padahal jika kita renungkan, penjajahan non fisik - tidak kita sadari sebetulnya jauh lebih berbahaya daripada penjajahan fisik yang telah menimbulkan penderitaan yang luar biasa bagi bangsa ini khususnya dan umat manusia di dunia pada umumnya; selain mamakan korban jiwa yang terbunuh secara pelan-pelan.

Kita belum merdeka bung! Setelah penjajahan fisik, saat ini bangsa kita sedang mengalami penjajahan modern.

Write Comment (0 Comments)
Last Updated ( Sunday, 19 August 2007 )
Read more...
[Intrik Politik] Cerita Di Balik kenaikan Budiono Print
User Rating: / 5
Written by Anonim   
Monday, 19 December 2005
Tiba-tiba  dengan  kejutan  yang  luar biasa, bahkan bagi kalangan wartawan investigasi  sekalipun, Presiden mengumumkan rencananya yang sudah memiliki tingkat  kepastian  politik,  di  mana  Budiono, mantan Menkeu di jaman Ibu Megawati  Sukarnoputeri, yang juga kolega Presiden SBY saat-saat di kabinet Mega,  masuk  kembali  ke jajaran kabinet SBY-Kalla. Ini kejutan yang bukan
main,  karena  nama  Budiono  sejak  awal  ditolak habis-habisan oleh Jusuf Kalla,  bahkan  sejak  pembentukan  kabinet  rezim  SBY-Kalla, setahun lalu (Th.2004).  SBY  sekali lagi telah mulai menggeliat dari tangan kuat Kalla, sekaligus  pelan-pelan menyingkirkan peran Kalla, walaupun yang dikorbankan mungkin  saja  Jusuf  Anwar,  orang  netral dalam kabinet SBY-Kalla, tetapi memiliki kecenderungan untuk memihak SBY. SBY mengorbankan orang pilihannya (Jusuf  Anwar)  demi langkah selanjutnya yang lebih prinsipil menghilangkan secara  penuh  warna  Kalla-Bakrie dalam tim ekonomi dan memulihkan kendali politik  ke  tangan  SBY  dari  kendali  Kalla yang sudah mengusik perannya sebagai Presiden.

Write Comment (2 Comments)
Last Updated ( Wednesday, 05 July 2006 )
Read more...
Analisa Sahabat Mengenai Kinerja Pemerintah Print
User Rating: / 4
Written by Iman Suhirman   
Wednesday, 24 August 2005
(Diterbitkan di Media Indonesia)

ANALISA
 
 
Survei 10 Bulan Kabinet Indonesia Bersatu
Kinerja Pemerintah (Umumnya) Bagus

SUDAH 10 bulan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla memimpin negeri ini. Dalam pidato kenegaraannya yang pertama di depan Dewan Perwakilan Rakyat 16 Agustus 2005, Presiden menyampaikan poin-poin keberhasilan yang sudah dicapai pemerintahannya. Namun, publik ternyata mempunyai penilaian lain. Meski pada masalah penegakan hukum, keamanan, dan kesejahteraan sosial, publik sepakat dengan Presiden, akan tetapi di bidang ekonomi terutama masalah harga dan ketenagakerjaan, kinerja pemerintah dinilai belum memuaskan.

Write Comment (18 Comments)
Last Updated ( Thursday, 25 August 2005 )
Read more...


© Copyright 2005, Adhi Rachdian.
URL: http://adhi.rachdian.com, http://rachdian.com, http://adhi.pacific.net.id, http://rachdian.pacific.net.id or http://blog.rachdian.com