Warning: fopen(/home/rachdian/public_html/2008/old/cache/rss20.xml) [function.fopen]: failed to open stream: No such file or directory in /home/rachdian/public_html/2008/old/includes/feedcreator.class.php on line 685

Error creating feed file, please check write permissions.
Saturday, September 04 2010
Home
Photos Gallery
Guest Book
Links
Hot Info
Index
Latest Info
Jobs Info
IT/IS - Security
Education
Photo Stories (Photoblog)
Travelling Stories
About Me & Site
For Geek Family Only
About Me...
Diary
Contact Me
The Page Rank
Tools
Search Keyword
Check Domain!
Appreciate to this site?
Add to Technorati Favorites
Subscribe with Bloglines
KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia   Indonesia To Blog -Top Site
   PageRank Checker
Home arrow Diary arrow Bagaimana Merancang, Mendesain dan Mengkoding Kematian?

Want to know more about Adhi Rachdian? Just Click Here... or here

Bagaimana Merancang, Mendesain dan Mengkoding Kematian? Print
User Rating: / 0
PoorBest 
Written by Adhi Rachdian   
Friday, 21 September 2007
Sebagai orang awam, tentu saja banyak dari kita yang merasa tabu dan takut untuk membicarakan maut atau kematian. Padahal kematian itu sendiri sangat dekat dan sesuatu yang sangat pasti. Pembahasan tentang kematian selalu membuat kita bergidik dan trenyuh. Dimensi yang tidak terjangkau dan diluar kemampuan manusia untuk dapat mencernanya.


Suka atau tidak suka, tabu atau tidak, kematian adalah sesuatu hal mutlak dan tidak dapat kita hindari. Jika ajal sudah dekat, kita tidak mungkin untuk dapat menghindar. Secara geografis, daerah pegunungan di Indonesia sangat rawan akan gempa tektonik maupun material dari gunung berapi. Sedangkan di daerah pantai Indonesia sangat rawan akan potensi tsunami yang dahsyat, karena selain banyak aspek vulkanik, Indonesia sendiri dikepung oleh lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia, dan lempeng Pasifik. Lalu, kita mau menyelamatkan diri kemana? Akankah rasa waswas dan stres menghantui kita seumur hidup? Kemana ketenangan yang hakiki akan kita peroleh?

Secara statistik dan perhitungan, menurut anda berapa usia kita akan dapat dicapai? Pergunakanlah metode estimasi dan kalkulasi hidup yang digunakan asuransi. Sebut saja 90 tahun, estimasi umur yang sangat optimis dibandingkan rata2 umur manusia pada masa sekarang. Waktu yang sebetulnya sangat pendek, dibandingkan dengan batu nisan terbaik saat ini yang ada di muka bumi. Usia batu nisan kita bisa mencapai umur ratusan tahun jauh melebuhi usia kita sebelum kemudian hancur.

Secara fakta, sepertiga  umur kita (ambil rata2 orang tidur 8 jam perhari) pada kenyataannya digunakan untuk tidur. Sisa umur 60 tahun tersebut jika dikurang dengan jam kita bekerja (rata2 8 jam dalam 5 hari perminggu), 21.6 tahun, mengobrol selama 11.25 tahun (rata2 3 jam perhari) dan lain-lain akhirnya akan menyisakan waktu beberapa tahun saja untuk dapat beramal.

Mati adalah rahasia Allah swt, akan tetapi rancangan awal adalah kita yang menentukan. Jika umur kita dihabiskan sebagian besar untuk jihad di jalan Allah, berarti probabilitas kita meninggal dalam keadaan syahid menjadi lebih besar. Sebaliknya, jika umur kita sebagian besar dihabiskan di tempat maksiat, probabilitas mati dalam keadaan maksiatpun menjadi sangat tinggi. "Well designed" harus diterapkan dalam hidup kita untuk untuk merencanakan kematian kita agar pada detik-detik kita bisa meninggalkan dunia fana ini secara elegan, berpamitan dengan baik dan tersenyum, dalam islam kita mengenal istilah tersebut dengan Husnul Khotimah.

Di dunia asuransi, dikenal "life expectancy calculator", kita dapat memperkirakan umur kita berdasarkan faktor tertentu yang mepengaruhi seperti, garis keturunan, pola hidup, pekerjaan, dll. Sebagai ilustrasi, pola hidup yang buruk seperti merokok, tidak pernah berolahraga dan kebiasaan buruk lainnya akan memperberkecil "life factor" seseorang. Pekerjaan seseorang dengan resiko kerja yang tinggi juga akan memperkecil faktor hidup tersebut. Itulah sebabnya, perusahaan asuransi akan memberikan estimasi yang berbeda bagi seseorang. Nilai premi akan mahal jika ekspektansi hidup sesorang tersebut kecil. Semakin kecil hasil kalkulasi ekspektansi hidup sesorang, semakin mahal preminya. Memiliki usia yang panjang pada akhirnya hanya akan menjadi sia-sia jika kita kita tidak mengalokasikan waktu dengan tujuan hidup yang mulia. Berapa banyak orang yang memiliki usia yang relatif panjang dibanding usia rata-rata orang lain akan tetapi tidak berguna bagi orang banyak, tidak berkah, sehingga tabungan akhiratnya sangatlah sedikit bahkan mungkin tidak memilikinya. Idealnya, semakin panjang umur yang ingin kita capai, semakin banyak rizki yang kita peroleh, berbanding lurus dengan semakin banyak amalan yang dapat kita lakukan dan manfaatnya bagi orang lain.

Suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu ia mengajukan enam pertanyaan. Pertama, "Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?". Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya.

Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "mati". Sebab kematian adalah janji Allah SWT. "Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati." (QS Ali Imran [3]: 185). Lalu Imam Ghazali meneruskan pertanyaan kedua, "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar.

Tapi yang paling benar adalah "masa lalu". Siapa pun kita, bagaimana pun kita, dan betapa kayanya kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Imam Ghazali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga, "Apa yang paling besar di dunia ini?" Murid-muridnya ada yang menjawab gunung, bumi, dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu".

Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya. Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu. Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka. Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?" Di antara muridnya ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban hampir benar, kata Imam Ghazali, tapi yang paling berat adalah "memegang amanah." Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?" Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan "shalat".

Lalu pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?". Murid-muridnya menjawab dengan serentak, pedang...?" Benar kata Imam Ghazali, tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia". Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan kematian, senantiasa belajar dari masa lalu, dan tidak memperturutkan nafsu? Sudahkah kita mampu mengemban amanah sekecil apapun, senantiasa menjaga shalat, dan selalu menjaga lisan kita?

Menurut anda, pada usia berapa anda akan mati? Dan pada usia tersebut, sudah siapkah anda? Siapkah anda meninggalkan orang yang anda sayangi?

Merancang, Mendesain dan Mengkoding Kematian adalah kewajiban kita, eksekusi dan hasil akhir adalah Allah SWT yang menentukan. Subhanallah, Allahu Akbar...

Semoga di bulan ramadhan kali ini kita dapat bercermin dan mengintrospeksi diri dan menjadi motivasi baru untuk mempersiapkan kematian kita yang husnul khotimah... amiiinn...

Bagaimana menurut anda? Silahkan berbagi disini...


Tulisan diatas terinspirasi dari kultum di mesjid tadi shubuh dan taudziah hari Rabu (19 September 2007) di Gd. Granadi yang disampaikan ustadz Bp. Anwar Sanusi plus bahan tulisan http://adis08.blogspot.com/2007/01/persoalan-hidup_27.html dan http://wikipedia.org .
Kesalahan datangnya dari kekhilafan saya semata, kebenaran datangnya dari Allah SWT.
Semoga bermanfaat....

Comments

Write Comment
Name:Guest
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage Enter what you see: *
tips: hit Reload page before writing a text if you have difficulty reading characters in image

Last Updated ( Sunday, 23 September 2007 )
© Copyright 2005, Adhi Rachdian.
URL: http://adhi.rachdian.com, http://rachdian.com, http://adhi.pacific.net.id, http://rachdian.pacific.net.id or http://blog.rachdian.com