Warning: fopen(/home/rachdian/public_html/2008/old/cache/rss20.xml) [function.fopen]: failed to open stream: No such file or directory in /home/rachdian/public_html/2008/old/includes/feedcreator.class.php on line 685

Error creating feed file, please check write permissions.
Saturday, September 04 2010
Home
Photos Gallery
Guest Book
Links
Hot Info
Index
Latest Info
Jobs Info
IT/IS - Security
Education
Photo Stories (Photoblog)
Travelling Stories
About Me & Site
For Geek Family Only
About Me...
Diary
Contact Me
The Page Rank
Home arrow Index arrow About Live arrow [Asisten Pengelap Kaca] Mohon maaf lahir dan bathin, Selamat Idul Fitri 1428H
[Asisten Pengelap Kaca] Mohon maaf lahir dan bathin, Selamat Idul Fitri 1428H Print
User Rating: / 1
PoorBest 
Written by Adhi Rachdian   
Sunday, 07 October 2007
Surat untuk para sahabat
Keyword: Ikhlas, pengelap kaca, drag race, alumni, ITB, pemilu, kampanye

Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt, sehat, karunia dan keberkahan senantiasa diberikan Allah swt pada kita.

Tak terasa hari ini adalah hari puasa ramadhan hari ke-25 kita sebagai umat mulsim menjalankan ibadah shaum. Disaat yang bersamaan dengan bulan yang suci ini juga, rekan2 alumni ITB sedang giat2nya melakukan kampanye pemilihan ketua Ikatan Alumni ITB untuk periode 2007 - 2011. Bagi saya tidak begitu penting profil dibalik calon ketua IA ITB tersebut, apakah itu presdir, CEO perusahaan gajah ataupun seorang menteri.

Faktanya, beberapa sobat2ku di masa kuliah saat ini sedang sibuk atau menyibuk diri menjadi tim sukses di salah satu kubu calon ketua IA ITB, mulai dari posisi yang cukup menentukan hingga yang sekedar simpatisan. Jalinan kasih (emangnya acara TV..) dan silaturahmi yang selama ini terbentuk sekian lama seakan sedikit "terganggu" dengan kepentingan mereka di "kubu"nya masing2. Masing2 pihak merasa paling ok, paling benar, paling bersih, paling bisa dipercaya, paling bisa memberikan yang terbaik untuk almamater dan juga bangsa dan negara. Semua mengeluarkan janji manis yang terdengar indah dan sangat dermawan mengeluarkan uang untuk keperluan kampanye dari sekedar membuat spanduk, pin dan asesoris serta atribut hingga biaya kunjungan ke daerah bersama rombongan. Aura pemilihan sangat terasa bercampur aduk seperti permen nano2, kental, manis, panas, bahkan tidak kalah panasnya dibandingkan pilkada seorang gubernur kalau bisa saya bandingkan (semoga tidak berkesan berlebihan).

Saya sebagai orang yang sangat bodoh dan awam, yang tidak mengerti permainan politik yang memang bukan bidang saya hanya dapat mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari semua ini. Inilah sebuah simulasi besar dari kehidupan nyata di negara kita. Mungkin bagi kebanyakan orang apalah arti pemilihan ketua IA ITB, yang pada faktanya bahwa proses ini merupakan bagian dari skenario "grand design" dari negara tercinta ini dalam prosesnya berdemokrasi yang masih seumur jagung.

Sebagai analogi pertandingan "drag race" kelas bebas yang masing2 tim memilik strategi untuk memenangkan pembalapnya untuk menjadi nomor satu. Dalam hal ini  saya lebih suka untuk membahas psikologi bagaimana masing2 anggota tim bekerja untuk mensukseskan pembalapnya masing2. Masalah pembalap mungkin bukan kapasitas saya untuk meng-evaluasi karena sangat debatable dimana masing2 tim akan mengklaim pembalapnya lah yang paling jago, walaupun masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangan.

Bisa jadi bagi sebagain orang pertandingan ini seperti kurang fair, bagaimana mungkin sebuah mobil dengan mesin diatas 3000CC diadu dengan kendaran berCC dibawah 1000? Apa menariknya Sebuah mobil sekalipun sekaliber jaguar ataupun mercedes seri S atau bahkan SLK seharga lebih dari 3M rupiah harus bertarung dengan mobil (maaf) toyota camry misal. Memang aspek lain tidak dapat dianggap enteng, apalagi balapan yang terjadi bukan di sirkuit tetapi di jalan raya yang sangat banyak faktor x sebagai penentunya, sehingga kecepatan bukan menjadi tolak ukur yang sebenarnya. Selain kecanggihan pembalap bermanuver, dukungan tim maupun kendaraan yang digunakan juga menjadi penentu.
Dari tim teknis yang hanya memiliki perlengkapan seadanya hingga tim yang memiliki perlengakapan yang sangat lengkap. Berpadu dengan anggota tim yang bervariasi mulai dari yang solid maupun tidak, dari tim yang memiliki anggota yang sangat spesifik hingga tim yang anggotanya bahkan tidak tau harus melakukan apa. Mulai dari anggota tim yang bertugas sangat teknis sebagai pengelap kaca mobil, pengganti ban, pengisi bensin hingga manajer tim semua harus bekerja sesuai dengan posnya masing2 untuk bersinergi agar tujuan tim dapat tercapai.

Alih2 melakukan tugasnya sesuai kompetensinya masing2 dengan menerapkan fairplay, segala macam cara mulai dari intimidasi, sindiran, pelecehan bahkan fitnah kepada tim lain untuk menjatuhkan mental anggota tim lain pun sah2 saja dilakukan.

Dikehidupan nyata kalaupun posisi kita adalah sebuah posisi yang menurut kacamata rekan2 tidak penting dan terkesan tidak penting yang mungkin hanya sekedar pengelap kaca atau bahkan asisten pengelap kaca, pada dasarnya memiliki peran yang sangat diperlukan dari sebuah sistem. Pada kenyataannya seperti yang juga diungkapkan oleh seoarang Tukul Arwana, "kehidupan itu penuh dengan misteri". Bagaikan roda, kita tidak pernah tau kapan diatas kapan dibawah. Kristalisasi keringat akan berpengaruh bagi masing2 individu. Apakah kita pernah tau sang pengelap kaca suatu saat mejadi pembalap yang baru sedangkan sebaliknya seorang tim manajer dari tim yang berbeda suatu saat kemudian harus satu tim dimana posisinya adalah pengelap kaca sang pembalap baru?

Arogansi dan gengsi bagi alumni ITB mungkin sangat terasa kental, suatu mental yang sangat tidak positip. Semua merasa dirinya pantas menjadi pembalap ataupun pantas untuk menjadi manajer tim.

Sobat, mungkin tidak ada salahnya jika kita saling mengingatkan dimanapun posisi kita berada, nikmati dan syukuri saja apa fungsi kita dengan keikhlasan. Penonton yang baik tidak perlu mencaci tim yang kalah, pembalap yang menang tidak perlu merasa tinggi hati, manajer tim tak perlu lagi menganggap rendah si tukang tambal ban, pengelap kaca tidak perlu merasa rendah diri. Mari kita bangun kembali silaturahmi ini semoga dengan kejadian ini justeru merupakan tempat kita menempa diri untuk membangun ukhuwah yang lebih kompak lagi. Kata anak2 sekarang... asik2 ajalah... nyang penting nyong hepi... kalau kita ikhlas menjalankan sesuatu semua terasa ringan, menang kalah soal belakangan, yang penting enak tidur... :) Alokasikan waktu dan tenaga kita sesuai porsinya. Seperti kita ketahui bersama, banyak buku, tips, wejangan baik dari psikolog, ustadz, teman, senior atau siapapun mengatakan jika hasil yang kita capai tidak sesuai dengan harapan padahal kita sudah "mati2an" (gap yang jauh antara hasil dan usaha yang dikeluarkan) maka akan menganggu mental kita secara langsung, baik itu stress maupun depresi. Semakin jauh gap ini, semakin tinggi kadar stresnya. Ingat sobat, ini bukan ujian fismat yang kalau kita mati2an belajar maka hasilnya 99% kita yang menentukan sendiri untuk mendapatkan nilai tersebut. Terlalu banyak variabel X yang menentukan; tidak semua hal kita mengerti dan juga tidak semua hal perlu kita ketahui.

Kalaupun kalah ataupun menang tetapi kemudian kita ditinggalkan pun gak gak masalah, banyak hal yang sudah kita pelajari dan dapatkan hikmahnya, terutama jalinan silaturahmi yang baru. Kalaupun kita kemudian bisa ikut merasakan kemenangan, tidak peduli sebetulnya kita berada ditim yang mendukung atau tidak sebelumnya... syukur alhamdulillah, mungkin itu memang rizki kita yang sudah ditetapkan Allah swt.

Sebagai seorang sahabat, saya hanya berkewajiban mengingatkan. Sahabat2 disini jelas lebih mengerti masalah ini dibanding saya yang tidak tau apa2 dan sangat awam ini. Sekali lagi mohon maaf sobat, kalaupun kita tidak sepemahaman saya tetap cinta sahabat semua.... muahhhhhhh.... luv u.... (cuih... cuih... hoek... pada mau muntah gakseh... hehehehehe....)

Semoga di 10 hari terakhir yang merupakan minggu pengampunan ini kita senantiasa diberikan hidayah dari Allah swt untuk saling memaaafkan. Taqabalallahu minna waminkum, mohon maaf lahir dan bathin sobat, semoga Allah mengampuni semua dosa2 kita sehingga kita dalam keadaan fitri menghadapi lebaran 1 syawal 1428H. Selamat Lebaran 1428H.

Mohon maaf jika ada kekurangan, kesalahan datangnya dari kelalaian saya semata, kebenaran milik Allah swt.


Wass,


@dH1
- hanya seorang asisten pengelap kaca yang sedang belajar ikhlas... :)
- vote for Hatta Rajasa... (ups... kalau yang ini kampanye, sekali lagi maaf sobat...)

Comments

Write Comment
Name:Guest
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage Enter what you see: *
tips: hit Reload page before writing a text if you have difficulty reading characters in image

Last Updated ( Sunday, 07 October 2007 )


© Copyright 2005, Adhi Rachdian.
URL: http://adhi.rachdian.com, http://rachdian.com, http://adhi.pacific.net.id, http://rachdian.pacific.net.id or http://blog.rachdian.com