|
[Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun]: Selamat Jalan Bp. Soedarpo Sastrosatomo |
|
|
Written by Adhi Rachdian
|
|
Tuesday, 23 October 2007 |
Takjub! Demikian kata yang menurut saya sedikit tepat untuk menggambarkan suasana di rumah duka di Cikini, Jakarta Pusat pada hari Senin (22/10). Sedemikian ramainya orang yang ingin mengantarkan kepergian Bp. Soedarpo Sastrosatomo ke alam kubur, dari berbagai generasi mulai angkatan bung Hatta hingga angkatan muda.
Rumah duka pun sontak seperti tempat reuni akbar dari berbagai
kalangan, golongan, generasi. Dari komunitas opa-oma yang cas cis cus
berbahasa "inlander", hingga anak muda berbaur disana; mulai dari
seorang Jusuf Kalla hingga warga biasa. Rumah yang sangat besar itupun
terlihat terkesan sangat sempit karena dijejali begitu banyak orang
yang melayat.
Pembelajaran bagi kita yang beragama islam, setelah ajal menjemput
tidak ada yang kita bawa kecuali amal ibadah. Aktivitas sosial beliau
dimasa hidupnya selama 87 tahun membuktikan hal itu. Teladan bagi kita,
untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan umur panjang dan kita
harus berusaha se-baik2nya setiap saat agar bermanfaat bagi orang
banyak dan dapat meniru usaha beliau, syukur2 melebihi. Kita tidak
pernah tau kapan kita akan meninggal. Dan beliau dipanggil oleh Yang
Maha Kuasa di bulan syawal 1428H, pada saat orang sedang bersilaturahmi
dan ber-halal bihalal. Subhanallah, semoga surga menanti bapak, dan ibu
Min serta keluarganya dapat diberikan ketabahan, amiiin...
Selamat jalan sang pahlawan, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiuun...
@dH1 |