Warning: fopen(/home/rachdian/public_html/2008/old/cache/rss20.xml) [function.fopen]: failed to open stream: No such file or directory in /home/rachdian/public_html/2008/old/includes/feedcreator.class.php on line 685
Written by Posted by indofx-trader.net as a comment
Thursday, 08 November 2007
Tentu kita sudah banyak mengenal apa itu Forex dan Index (Margin Trading), entah sebagai trader, AE, marketing, dealing dan nasabah.. Berdasarkan pengalaman saya bertahun tahun di bidang ini, baik sekarang sebagai trader & nasabah maupun pernah di backoffice (dealing room as a Chief Dealing, PriceMaker), pertama akan menjelaskan bagaimana sistim kerja Perusahaan Pialang Berjangka / Commision House (CH) khususnya di Indonesia. Di Indonesia tentu kita mengenal adanya Babeppti, BBJ, KBI, Pedagang Berjangka (Penyelenggara SPA) dan Pialang Berjangka, apa tugas dan fungsinya masing-masing dapat dapat mengunjungi situsnya.
Sistem kerja Perusahaan Berjangka Perusahaan Berjangka (Future) yg
berbadan legal harus ada ijin atau berbadan hukum, baik hanya dari BBJ
atau menjadi anggota BBJ juga menjadi anggota KBI (Kliring Berjangka
Indonesia). Tentu yang lebih bonafit menjadi dua-duanya, karena untuk
menjadi anggota BBJ hanya menyetor 500 juta rupiah saja, tidak mahalkan
untuk membuka pialang berjangka, sedangkan untuk menjadi anggota
kliring harus menyetor 3 milliar (dapat dilihat syarat-syarat untuk
mendirikan pialang dan menjadi anggota KBI). Bedanya jika pialang
tersebut hanya menjadi anggota BBJ saja, maka pialang tersebut harus
mencari Pialang lain (yang anggota KBI) sebagai rekanannya untuk
menyetor margin nasabahnya ke Pedagang Berjangka (Penyelenggara SPA)
yang ditunjuk, karena pialang (yang bukan anggota KBI ) tidak mempunya
akses langsung ke KBI, lalu Pedagang Bejangka menyetor margin ke KBI,
Nasabah>>>>Pialang Berjangka>>>>Pedagang Berjangka (Penyelenggara SPA)>>>>KBI, BBJ
Note: Pialang Berjangka melaporkan smua jumlah transaksi dan menyetor
margin requirement atas posisi nasabahnya ke pedagang berjangka
(penyelenggara SPA) yang ditunjuk.
Sebenarnya apa keuntungan mendirikan Pialang Berjangka / Commision
House hanya mengharapkan komisi(fee) dari transaksi yang ada? atau
spread jual-beli?. Jika ada yang bilang begitu entah dia tidak tahu,
atau menutup-nutupi. Keuntungan Pialang Berjangka yang utama sebenarnya
dari kerugian Nasabah. Jadi semakin nasabah loss, maka Pialang tersebut
mengeruk keuntungan. Ini adalah daftar jumlah lot pialang-pialang yang
termasuk 10 besar (dalam volume) berdasarkan BBJ Brokers volume as
follow (BBJ).
Coba kita bayangkan urutan pialang-pialang yang lebih besar dari urutan
11, jika hanya jadi commission murni (keuntungannya hanya dari komisi
saja), maka hanya mendapatkan fee dari traksaksi hanya sebesar puluhan
juta, apalagi pialang-pialang diurutan bawahnya, ada 70 lebih pialang
yang terdaftar di BBJ (daftar2 pialang berjangka yang terdaftar dapat
dilihat di situs BBJ dan Bappebti), mana cukup pialang tersebut
menutupi costnya, biaya sewa gedung, pegawai, bayar reuter/teleqoute,
biaya training, iklan dll., yang bisa mencapai ratusan juta sebulan,
itu baru dihitung satu kantor pusat, bagaimana dengan yang punya cabang
banyak di jakarta dan daerah lain, bukan untung malah rugi.
Bagaimana bisa pialang mengambil posisi Nasabahnya sendiri?. Bukannya
sekarang ada aturan dari BBJ bahwa pialang tidak boleh mengambil posisi
Nasabahnya sendiri, yang boleh hanya Pedagang Bejangka (Penyelenggara
SPA)?.
Memang benar, tetapi dari urutan Pedagang Berjangka 10 besar di
Indonesia, yang punya adalah masing-masing Pialang Berjangka
tersebut.(ijin dan Nama Perusahaan, Direksi tidak boleh sama).
Market Makers (Pedagang SPA) volume for the month as follow (BBJ) Pedagang SPAVolume :
PT Globex Indonesia (SPA) 83701
PT Aperdi (SPA)69704
PT Magnum Consolidators Indonesia (SPA)51560
PT Royal Assetindo (SPA)50315
PT Sentra Arta Maxima (SPA)43363
PT Maxgain Investment (SPA)25162
PT Monex Investindo (SPA)24046
PT Halim Mitradana Internasional (SPA)23733
PT Prolindo Buana Semesta (SPA)12629
PT Real Time Forex Indonesia (SPA) 12212
Jadi sama saja sebenarnya yang ambil posisi nasabah masing-masing adalah pialang tersebut tapi melewati Pedagang Berjangka.
Untuk Pialang Berjangka yang kecil atau menengah yang tidak punya
pedagang sendiri (karena syarat untuk mendirikan Pedagang Berjangka
harus menyetor 3 milliar dapat dilihat situs Bappebti/BBJ), dapat
bekerjasama dengan pedagang lainnya dan harus bayar fee buat Pedagang
Berjangka (biaya pedagang), tapi untung rugi dari setiap transaksi
nasabah pialang ditanggung bukan oleh pedagang, tetapi oleh pialang
tersebut (sesuai perjanjian diantara keduanya). Dengan kata lain, mana
mau suatu pialang sudah capai-capai cari nasabah, training marketing,
bayar sana sini malah dikasi orang lain (untungnya tipis jika hanya
ambil komisi/fee saja, malah bisa tidak menutupi costnya), atau ambil
dari spread jual beli, yah mana bisa ambil untung dari spread, karena
jika langsung dilempar/dibuang posisi nasabah ke tempat lain juga kena
spread jual dan beli.
Jadi tidak benar pialang hanya melempar posisi nasabah ke tempat lain.,
apalagi mempunyai pedagang berjangka sendiri. Kita dapat bayangkan,
pialang-pialang harus memikirkan mencari puluhan juta bahkan lebih,
dari kekalahan nasabah setiap bulannya, makanya mereka sangat gencar
mencari marketing/AE baru untuk mendapatkan dana segar.
Lalu apa Tugas BBJ dan apa Untungnya?.
BBJ hanya melegitimasi berdasarkan hukum dan membuat aturan-aturan
berdasarkan undang-undang, juga melindungi Nasabah, jika ada transaksi
yang tidak bener.
Untungnya dari fee setiap transaksi semua pialang terdaftar yang ada di
Indonesia. Coba jika sebulan ada 200 ribu lot (dari semua pialang ),
dan biaya bursa 30 ribu/lot. Berapa keuntungan yang diperoleh dari BBJ
sebulan?, banyak bukan. Jadi tidak benar semua transaksi yang ada pada
pialang diambil/ditanggung oleh BBJ, BBJ hanya sebagai fasilitator
dengan profit dari biaya bursa saja, yang menangung Profit dan Loss
dari transaksi Nasabah adalah Pedagang Berjangka (Penyelenggara SPA).
Juga tidak benar jika ada pialang yang bilang semua transaksi / posisi
nasabahnya tidak dimakan atau diambil sendiri, melainkan
didaftarkan/dibuang/dilempar resmi ke luar negeri/tercatat di bursa
resmi Singapore, Hongkong, dll. Mengapa?, misalkan jika kita trading
forex, untuk transaksi ke pasar uang luar negeri yang resmi (Singapore,
Hongkong, dll.) membutuhkan 100.000 $ US untuk 1 lotnya saja (margin
requirement), sedangkan nasabah margin trading hanya membutuhkan
1000-2000 $ US, darimana pialang tersebut membayar 99.000 $ US
kekurangnaya ?. Itu baru satu 1 lot, coba kalau 100 lot, begitu juga
Index. Paling dibuang/dilempar juga lewat comission house di luar
negeri, itu juga hanya beberapa lot (jika banyak muatan lot dari
nasabahnya atau sudah untung), jika tidak percaya, coba minta mereka
menunujukkan bukti-buktinya!, Pasti tidak dapat, karena memang tidak
ada (akal-akalan). Untuk punya cabang di luar negeri mungkin ada, itu
juga untuk pialang-pialang besar di sini, tapi di sana juga cuma ruko
kosong yang disewa untuk sekedar lebih bonafid.
Maka carilah Pialang / Commision House yang bonafit dan terpecaya.
Kelebihan sistem online semua lebih cepat dari transaksi posisi, statement, dll.,
Kekurangannya:
1. Mereka bisa setting harganya kerugiannya buat trader adalah,jika kita pasang stop/limit
maka harga done adalah patokan dari harga Online) bukan dari harga resminya (reuters, teleqoute dll).
2. Jika kita klik/transaksi lom tentu done bisa transaksi kita statusnya cancel or next,
karena CH lokal/luar menpunyai tool penyaring, jika ada transaksi masuk
akan kesaring ke mereka dulu (broker2), dan tinggal pegawai mereka yg
done, cancel, or waiting, tentu liat harganya dulu, jika ada orang buy
lalu harga langsung naik maka mereka (broker) akan next/cancel hehehehe.
Oleh karena itu harga broker-broker online DN/LN bisa berbeda satu sama
lain, tergantung settingan mereka. Kita liat saja broker-broker yang
memakai sistim online satu platform yg sama missal, Meta Trader, maka
running High dan Low bisa berbeda-beda, tergantung settingan harga
mereka masing-masing. Jika mereka mau mengincar nasabah yang profit
lebih terbuka peluangnya.
Perusahaan Pialang (CH) lokal dan luar negri makin menjamur apa tidak takut rugi / kalah?
Pertama karena yang menciptakan margin trading (Forex, Index, dll.) itu
yang pintar dari luar negeri. Dengan margin kecil, bisa menghasilkan
untung 100, 200, 300% atau lebih, tetapi sebaliknya begitu, juga
kerugiannya. Biasanya pasti dipilih market yang ranging/jaraknya besar
(tiap berapa tahun pasti ganti range/harga). Di Indonesia kebanayakan
Forex: EUR, GBP, JPY, CHF, AUD, dll. Index: Nikkei, Hangseng, Kospi.
Berdasarakan pengalaman saya, kebanyakan Nasabah atau Trader pialang
biasanya tidak ada sistem trading yang akurat dan baik untuk
menghasilkan profit, sedikit atau kurang memahami benar-benar bidang
ini. Biasanya sering mengambil posisi lawan market, harga di atas Sell,
lalu harga dibawah Buy (lawan market), jika memang itu UP dan Bottomnya
tidak apa- apa, tetapi market kan tidak terbatas atas dan bawahnya, dan
itu sudah umum berlaku. Jika market Ranging or Sideway, hampir semua
pialang rugi, nasabah atau trader untung, tetapi jika sebaliknya market
oneway, semua pialang panen, untung besar, nasabah Loss bahkan Zero,
ibarat kumpul dikit diambil semua. Karena sistimnya ambil untung
sedikit (takut pasar balik lagi), tapi jika rugi, ditahan sampai Call
Margin (siapa tahu market balik lagi). Ini adalah tergantung
keberuntungan, tapi ingat..!!, keberuntungan tidak selamanya dipihak
kita, makanya kebanyakan dipilih pasar (market) yang bergerak seperti
Eur, GBP, Nikkei, Hangseng, dll. untuk margin trading, jika market
ranging/sideway bertahun tahun, maka pialang pada tutup, alias
bangkrut. Coba mana mau atau jarang pialang pada saat ini buka satu
poduk misal IDR rupiah, karena rangenya itu-itu saja, kecuali seperti
krisis dulu yang rangenya besar, jika ada juga iseng-iseng saja, karena
tidak ada untungnya/tipis.
Jika ingin profit dan ingin membuat pialang rugi, cari atau ciptakan
sistem yang bagus (entah memakai candle/barchart atau ditambah RSI, MA,
MACD, Bolinger, dll.), untuk menciptakan entry point, profit target,
stop di berapa point . Memang itu tidak mudah, biasakan setiap entry
level langsung pasang stop, jangan main-main dengan stop, karena dengan
tanpa langsung memasang stoploss kita bisa kebablasan. Jika saya cukup
memakai barchart/candlestick.
Tentu kita menciptakan setiap point profit lebih besar dari point
stopnya. Jika stop kita kebanyakan, Done. berarti salah sistem,
walaupun prediksi kita benar up or down, jangan dipakai lagi, cari
sistem yang lain. Jika sistem kita kebanyakan profitnya daripada
lossnya, jangan senang dulu, mungkin saja itu sistem cocok buat
sideway/ranging, tapi buat market oneway tidak cocok, atau sebaliknya.
Makanya sering dievaluasi terus, lebih bagus kita menemukan sistim
untuk semua pasar (ranging/oneway), walaupun cocok hanya satu jenis
mata uang atau index.
Jika tidak ada sistim, saran saya jangan trading, jangan coba-coba main
feeling dari prediksi atau figure atau keberuntungan semata, itu hanya
keuntungan sesaat, karena suatu saat akan habis, dan pialang pada panen.
Untuk lokal, carilah pialang lokal yang legal, bonafid dan fee yang
kecil, bahkan no fee (commission). Jangan mao tertipu lagi, bahwa
mereka bilang hanya commission house saja, sehingga minta fee yang
besar dari nasabah, karena semua bukan hanya commission house, tapi
juga kebanyakan Bandar Legal (jika tidak, untung darimana kata mereka,
dan juga ada yang bilang itu keputusan dari BBJ, yang tidak ada fee
malah illegal, memang ada edaran dari BBJ tentang komisi yang gunanya
untuk menghilangkan kesan bahwa pialang itu adalah Bandar, tapi semunya
tergantung pialangnya masing-masing yang memutuskan besaran fee (ada
yang besar, sedang, kecil), jika no komisi artinya pialang tersebut
yang bayarin biaya bursa, kita, jika dihitung biaya bursa hanya 30 ribu
yang dibebankan ke pialang.
Legal dan ilegal suatu pialang dapat dilihat di situs BBJ, ibarat kita
belanja cari yang bagus, murah dan terjamin, karena broker-broker DN/LN
tidak back to back artinya setiap transaksi mereka bisa tahan dulu,
setelah itu mereka lempar ke counter partynya (kalau yang resmi ke
pedagang) atau bisa ke sesama broker, dll.
Untuk yg bermain di pialang, buat apa kita dibebankan fee commission
yang mahal untuk dibagi-bagi ke Direksi, Manager, dll., belum lagi kena
spread jual beli, berapa point kita cari hanya untuk BEP saja belum
termasuk profit, mending kita cari profit di pialang-pialang yang
legal, bonafid dan menawarkan fee yang murah (masih banyak ada di
Jakarta).
Saya menulis ini dengan tujuan agar Trader, Nasabah, Marketing, jangan
mau dibodohin oleh pialang-pialang baik Direksinya, Manager, dll.
Mereka hanya mencari keuntungan dari kekalahan kita (Owner, Direksi),
Mereka dapat komisi (OR) dari setiap transaksi anak buahnya.
Saya ingin mengajak para Investor, Trader, agar menghasilkan profit,
supaya broker-broker atau para Bandar pada rugi. Mereka (bos-bos broker
dan pedagang) malam tidur, sedangkan Nasabah/Trader begadang, Jangan
Mauu..!
Lagi-lagi kita dikalahkan broker-broker DN/LN yang menghasilkan keuntungan dari kekalahan orang lain… Good Luck!
CAPE D…..!!!, Dikasi Peringatan sebelum bencana tapi gak mau denger
Intinya, Jangan pernah pake Broker Lokal, soalnya kalo gak salah
beberapa waktu yang lalu sudah ada layanan yang memberitahu mengenai
broker yang Scam atau tidak.
Sharing & Caring with Indonesian Traders
Untuk mengetahui penjelasan lebih lengkap mengenai resiko dan
keuntungan dunia trading silahkan begabung dengan trader-trader kawakan
dan professional di http://www.indofx-trader.net
Comments
salam bung Rachdian Written by Guest on 2007-11-28 21:39:18saya AE baru di salah satu pershn diatas.bung jadi pershn CH yg juga bandar ini(walau bonafit) tetap mengharapkan nasbah rugi?
saya prast (
)
Beda Dealing room di Futures ama Bank Written by Guest on 2008-01-22 00:00:05Halo mas Adhi, salam kenal... Udah pernah kerja di dealing yah... senior dunk soalnya pernah jd chief :D oya, saya dua tahun trading forex, tapi karena seringnya loss melulu, jadi saya banting stir, lulus kuliah melamar dan diterima sebagai staff dealing di salah satu persh. futures di Bandung. Tertarik masuk di dealing dept. soalnya ada rumor yg mengatakan klo dealing itu jago memprediksi pergerakan harga, soalnya mereka tiap hari kerjanya ngasih harga & menatap layar reuters all the time. Ternyata sama saja, mereka jg "blank" ga tau pergerakan harga, boro-boro sempet belajar trading, yg ada tiap hari sibuk nerima order dari nasabah :D saya jg baru tahu klo ternyata persh. futures itu di dalemnya kayak gitu setelah jd staff dealing dan tambah jelas setelah membaca artikel anda di atas. Btw, Mas Adhi tau ga bedanya antara kerja di dealing room perusahaan futures dengan di bank? di Bank jg ada dealing room-nya jg kan di divisi Treasury..., kerjanya ky gimana terus syarat-syaratnya apa aja? Tujuannya belajar dan mencari pengalaman sebanyak mungkin, goal utamanya ya tetap sebagai forex trader yang sukses gitu... Lumayan jg sie, setelah kerja jd staff dealing banyak ilmu yang saya dapat, belajar dari para trader yang loss, jg ada dari trader yang lumayan jago tradingnya. Bahas ya... thanks...
rachman Written by Guest on 2008-03-04 11:29:04saya ingin belajar bursa berjangka asia kasih saya link nya dong,dan cara menjalankannya
Emang Parah tuhhhh Trader... Written by Guest on 2008-03-04 13:29:20
Saya salah satu korban Trader Nakal salah satu Perusahaan Forex di Jakarta.
Bener ga sihhh kalo Trader ga harus Data Laporan (Daily Report) ke nasabah, tapi gue udah tanya ke lebih dari perusahaan dan mereka bilang itu tiodak betul....!!!
Written by Guest on 2008-03-04 13:39:24Iya emang Trader skrang kita harus hati2..
Saya salah satu korban Trader Nakal dari salah satu Perusahaan Forex di Jakarta.
Mereke tidak pernah kasih inform atau report ke saya sbagai Nasabah. Benar ga sihhh kalau Trader "TIDAK HARUS" kasih laporan ke Nasabah setiap Trading yang mereka lakukan setipa hari terhadap Account saya di perusahaan dia.
Terus yang parahnya lagi kalau Account saya tidak aktif dan tidak trading maka satu bulannya akan dipotiong 500 ribu..
Mohon info nya..
salam bung rachdian Written by Guest on 2008-03-20 17:03:30pengalaman saya memang trader yang ada di perusahaan tersebut memang tidak berpengalaman dan ahli di bidang ini. mereka merekrut trader dari fresh graduate seperti mahasiswa yang baru lulus atau bahkan hanya lulusan sma jadi tradingnya amburadul yg pd akhirnya nasabah jd rugi dan membuat perusahaan itu untung.padahal untuk ahli dalam bidang ini butuh waktu bertahun-tahun jd sebelum investasi tanyakan dlu bgmn track record trading si trader, sistem, strategi investasi.dan manajemen resiko yang dipakai so tanya bo2t,bi2t,be2t nya dlu.saya aja butuh 2 tahun untuk belajar dan ahli di bidang ini,untuk yg mw belajar or posisi yang bagus bwt trading dpt e-mail ke
gratis dan dijamin profit dan saya harap tdk ada lg yang rugi investasi di bidang ini ok
baru mau jadi marketing or trader nih Written by Hillary on 2008-04-10 15:14:39Hai, PakAdhi Rahcdian, saya baru mau jadi marketing or trader nih. kalau begitu, perusahaan investasi berjangka mana dong yang sehat. Saya awam sekali. Trimakasih banyak bila ada waktu memberi perhatiannya.
yakin mas??? Written by Guest on 2008-04-11 19:06:27wah anda sangat percaya diri sekali ya... anda bilang anda sangat ahli dibidang ini.. bisa tau ya mas mau kemana harga hangseng/forex setiap harinya ... percaya diri sekali anda. bilang aja mau prospek dengan cara seperti ini. invest di bidang ini kok anda bisa menjamin profit? hebat sekali ya. atau mungkin anda invest nya di TRADING BALANCE? ... asal tau aja ya mas, gak ada orang di dunia ini yg sangat pakar dibidang futures (forex/index) sekalipun george soros atau A greenspan. baru dua tahun aja langsung memproklamirkan diri anda ahli. . mawas diri mas, kalo emang anda ahli dibidang ini, tugas anda bagi2 ilmu kepada orang2 atau trader2 yg haus ilmu. bukannya promosi yg ujung2 nya cari nasabah. oh ya... saya adalah dealing manager di salah satu perusahaan futures yg bonafid di jakarta. saya sudah malang melintang dibidang ini dan sudah sekian tahun untuk mencari dan haus ilmu dibidang ini. mohon mawas diri mas. intinya... tidak ada orang/trader yg pakar forex/index. paham mas?