|
Jakarta, Misteri Sha menggelitik pengamat telematika Heru Sutadi. Heru berpesan, agar jangan begitu saja mempercayai isi blog atau e-mail yang dikirim tanpa jati diri yang jelas.
"Bahkan yang jelas pun jika itu krusial perlu dikonfirmasi kembali," kata Heru dalam pernyataannya kepada detikinet, Senin (29/8/2005).
Mengomentari tentang Sha, Heru menilai, hal itu memang menarik dikaji dan menjadi kuis yang masih sulit dicari jawabannya.
Namun, lanjut Heru, satu hal yang perlu dikedepankan adalah bahwa media internet, khususnya, bersifat maya (tidak nyata)/virtual dan anonymous (tanpa nama). Ini artinya, bisa saja tokoh yang disebut-sebut sebagai Sha itu tidak ada dan bukan perempuan.
"Hal itu kemungkinannya cukup besar, sampai ada bukti-bukti nyata bahwa Sha itu ada dan memang perempuan serta benar-benar meninggal," tegas Heru.
Menurut Heru, kasus-kasus seperti itu, atau hampir-hampir mirip, sebenarnya cukup banyak. Seperti misalnya, kasus hadirnya tokoh Satria Kepencet dalam milis ITB, yang di-forward Sekretaris Tim TI KPU, Basuki Suhardiman. Saat itu Heru mengidentikkan Basuki sebagai Satria.
Tuduhan itu, kata Heru, bisa berubah jika Basuki dapat membuktikan di depan publik bahwa Satria Kepencet bukanlah dirinya dengan menyebutkan jati diri asli Satria Kepencet dan Satria Kepencet pun harus memberi pernyataan ke publik bahwa dirinya benar Satria Kepencet serta menjelaskan segala macam tudingan yang ditulisnya.
Contoh lainnya adalah lewat milis Apa Kabar. Di milis itu pernah ada pengirim e-mail yang mengaku dirinya bernama Natalia Sirmanova, yang ternyata juga bukan perempuan melainkan lelaki.
Heru menugkapkan, dalam teori komunikasi, dampak media terhadap masyarakat memang sudah dicoba sejak awal-awal media ada, seperti yang terjadi di sebuah Stasiun Radio Amerika Serikat yang menceritakan hadirnya makhluk luar angkasa di depan studio mereka yang membuat masyarakat sekitar berduyun datang ke stasiun radion tersebut, yang ternyata tidak ada apa-apa.
Kasus yang sama juga terjadi ketika tayangan Percaya Nggak Percaya menayangkan betapa menakutkannya sebuah rumah di kawasan Pondok Indah, yang juga secara berantai dimuat di media massa, yang membuat masyarakat juga berdatangan ke rumah kosong tersebut. Padahal menurut beberapa orang yang ke sana juga ternyata biasa-biasa saja.
"Karenanya, masyarakat baiknya berhati-hati untuk tidak mempercayai begitu saja isi blog atau email-email yang dikirim tanpa jati diri yang jelas," demikian pesan Heru Sutadi. (nrl)
Sumber: Sumber: [detikinet], Senin , 29/08/2005 13:06 WIB
|
Orang paling keren Written by Guest on 2006-07-17 10:55:43 Blog emang gitu namanya aja dunia maya! dave-orang paling keren
| |